Minggu, 12 Juli 2015

MANAJEMEN PENANGANAN STROKE ISKEMIK : Part 2. Palliative care dan Clinical education

Palliative care
       Perawatan paliatif merupakan komponen penting dalam perawatan stroke yang komprehensif. Hanya beberapa pasien stroke yang akan pulih sedangkan yang lainnya akan mengalami kelemahan sehingga terapi yang tepat adalah meningkatkan kenyamanan mereka. Beberapa pasien dapat diberikan arahan untuk mengikuti pengobatan saat pasien masuk ke pusat pelayanan kesehatan. 

Clinical education
      Penyedia layanan pra-rumah sakit sangat penting untuk perawatan stroke yang tepat waktu. Kurikulum kursus untuk penyedia layanan pra-rumah sakit sangat penting dilakukan. Melalui sertifikasi Acute Cardiac Life Support (ACLS) serta melalui pendidikan keperawatan, penyediaan layanan pra-rumah sakit dapat tetap berjalan dan dapat dilakukan pada pasien stroke akut yang membutuhkan layanan cepat. Alat-alat penunjang perawatan stroke tahap akut pra-rumah sakit dan protokol triase dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang tanggap stroke pada mereka sendiri.

MANAJEMEN PENANGANAN STROKE ISKEMIK : Part 1. Pertimbangan dan Pendekatan

Penumbra in Stroke Ischaemic

      Tujuan utama terapi pada stroke iskemik akut adalah untuk melindungi dan melestarikan jaringan penumbra  di mana perfusi jaringan menurun tetapi tidak terjadi infark. Jaringan di daerah ini mengalami penurunan aliran darah sehingga tindakan yang harus dilakukan adalah mengembalikan aliran darah dan mengoptimalkan aliran kolateral. Ingin melihat video penumbra klik disini


recombinant tissue-type plasminogen activator (rt-PA)

Sabtu, 11 Juli 2015

STROKE ISKEMIK

        
Stroke iskemik terjadi sebagai akibat dari obstruksi dalam pembuluh darah sebagai memasok darah ke otak. Kondisi yang mendasari jenis obstruksi adalah perekembangan deposit lemak yang melapisi dinding pembuluh darah. Kondisi ini disebut aterosklerosis. Deposit lemak ini dapat menyebabkan dua jenis obstruksi: yaitu trombosis otak dan emboli serebral. 
        
Trombosis otak terjadi akibat bekuan darah yang berkembang semakin membesar dan menghalangi aliran darah. Sedangkan emboli serebral mengacu pada gumpalan darah yang terbentuk di lokasi lain dalam sistem peredaran darah, biasanya jantung dan arteri besar dada bagian atas dan leher. Sebagian dari bekuan darah lepas, memasuki aliran darah dan berjalan melalui pembuluh darah otak hingga mencapai pembuluh darah yang paling kecil. Penyebab penting kedua emboli adalah denyut jantung tidak teratur, yang dikenal sebagai atrial fibrilasi. Atrial fibrilasi menciptakan kondisi di mana bekuan darah dapat terbentuk di hati dan beredar ke otak.  


Silent infark serebral (SCI), atau "silent stroke," adalah cedera otak yang disebabkan oleh gumpalan darah yang mengganggu aliran darah di otak. Ini merupakan faktor risiko penyebab stroke di masa depan yang dapat menyebabkan kerusakan otak progresif. Video selengkapnya dapat dilihat di sini  

Sumber :  http://www.strokeassociation.org.