Jumat, 24 Februari 2017

LANGKAH MUDAH MENGINTERPRETASI HASIL GAS DARAH ARTERI


Menginterpretasi gas darah arteri (ABG) adalah keterampilan penting bagi dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya. Interpretasi gas darah arteri biasanya dilakukan pada pasien-pasien kritis. 

Terdapat enam langkah yang memudahkan tenaga kesehatan untuk menginterpretasikan hasil gas darah arteri. Terdapat banyak metode yang dapat dijadikan panduan untuk untuk memandu penafsiran ABG. Diskusi kali ini tidak mencakup beberapa metode, seperti analisis dasar kelebihan atau perbedaan ion kuat Stewart. 

6 langkah interpretasi gas darah arteri (ABG). 

Langkah 1. nilailah konsistensi setiap hasil menggunakan persamaan Henderson-Hasselbalch: 
    Ingat : Jika pH dan [H +] tidak konsisten, ABG mungkin tidak valid 
               (cocokan dengan tabel berikut) 


Langkah 2.  Lihat, apakah terdapat alkalosis atau asidosis ?

                       pH < 7.35  asidosis
                       pH > 7.45  alkalosis
    Ingat : 
  • Jika tidak berada dalam kisaran 7.35-7.45, Hal ini biasanya menunjukan gangguan primer 
  • Asidosis atau alkalosis mungkin muncul bahkan jika pH dalam kisaran normal (7,35-7,45) 
  • Anda perlu memeriksa hasil PaCO2, HCO3- dan gap anion


Langkah 3. Apakah gangguannya merupakan gangguan respirasi atau metabolik? 
                  Apakah terdapat hubungan antara arah perubahan pH dan arah perubahan  
                               dalam PaCO2?  
                  Pada gangguan respirasi primer, perubahan pH dan PaCO2 berbeda arah;
                  Pada gangguan metabolisme pH dan PaCO2 berubah ke arah yang sama. 


Langkah 4. Apakah ada kompensasi yang sesuai pada gangguan primer?  
                  Biasanya, kompensasi tidak mengembalikan pH ke arah normal (7,35-7,45).
Ingat. Jika tidak terdapat kompensasi, ada kemungkinan terdapat muncul lebih dari satu gangguan asam-basa. 


 Langkah 5. Hitung gap anion (jika terdapat asidosis metabolik):  
                   AG = [Na +] - ([Cl-] + [HCO3-]) -12 ±2  
                   Gap anion normal:  sekitar 12 meq/L.  
  1.  Pada pasien dengan hipoalbuminemia, anion gap normal <12 meg/L; biasanya sekitar 2,5 meq/L. 
  2. Jika anion gap yang dinaikan, pertimbangkan untuk menghitung kesenjangan osmolal dalam situasi klinis yang kompatibel.  


Langkah 6. Jika terdapat peningkatan anion gap, cek hubungan antara peningkatan anion gap dan
                  penurunan  [HCO3-].
  • Rasio ini harus dalam rentang 1,0 dan 2,0 jika terdapat asidosis anion gap metabolik.
  • Jika rasio ini berada jauh dari kisaran ini, maka terdapat gangguan metabolisme:  
  1. Jika  ∆AG/∆[HCO3-] < 1.0, maka non-anion gap asidosis metabolik kemungkinan akan muncul.
  2. Jika ∆AG/∆[HCO3-] > 2.0, maka alkalosis metabolik kemungkinan akan muncul.
Ingat : Jika anda menginginkan nilai gap anion normal, maka anda harus menyesuaikan hasil
           perhitungan dengan pasien hypoalbuminemia (lihat langkah 5) 

 karakteristik gangguan asam basa




penyebab etiologi respiratorik
penyebab alkalosis respiratorik

penyebab alkalosis dan asidosis metabolik

gangguan asam basa campuran

References. 
  • Rose, B.D. and T.W. Post. Clinical physiology of acid-base and electrolyte disorders, 5th ed. New York: McGraw Hill Medical Publishing Division, c2001.
  • Fidkowski, C And J. Helstrom. Diagnosing metabolic acidosis in the critically ill: bridging the anion gap, Stewart and base excess methods. Can J Anesth 2009;56:247-256.
  • AdroguĂ©, H.J. and N.E. Madias. Management of life-threatening acid-base disorders—first of two parts. N Engl J Med 1998;338:26-34.
  • AdroguĂ©, H.J. and N.E. Madias. Management of life-threatening acid-base disorders—second of two parts. N Engl J Med 1998;338:107-111. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar